SELAMAT DATANG DI OFFICIAL WEBSITE MTs. NURUN NAJAH KEPUK KEC. BANGSRI KAB. JEPARA

Penuh Khidmat, MTs Nurun Najah Kepuk Peringati Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1447 H

KEPUK – Keluarga besar MTs Nurun Najah Kepuk menggelar peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW dengan penuh khidmat pada Senin (18/01/2026). Bertempat di Aula MTs Nurun Najah Kepuk, acara ini menjadi momentum refleksi spiritual sekaligus wadah melatih mental organisasi bagi para siswa.

Kehadiran Tokoh dan Pengurus Yayasan

Acara ini dihadiri oleh jajaran tokoh penting dari Yayasan Pendidikan Islam NU Nurun Najah Kepuk, di antaranya KH. Ahmad Fauzi, A.Ma, KH. Ahmad Ahid, K. Ali Hafidh, K. Zamroni, dan K. Sukamto. Turut hadir pula Petinggi Desa Kepuk, Bapak Sawi, S.Pd.I, serta Pengasuh Ponpes Maslakul Huda Kepuk, Bapak K. Muhammad Syarifuddin, S.Pd.I.

Suasana semakin syahdu dengan iringan Grup Rebana MTs Nurun Najah yang melantunkan selawat nabi dengan suara merdu sepanjang acara berlangsung.

Apresiasi untuk Kemandirian Siswa

Ketua Panitia dari Komisariat IPNU-IPPNU MTs Nurun Najah, Ahmad Luthfi, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada bapak/ibu guru serta rekan-rekan panitia.

"Terima kasih atas fasilitas dan dukungannya sehingga acara ini berjalan sukses, meskipun kami menyadari masih terdapat kekurangan di sana-sini," ungkap Luthfi.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Madrasah, Bapak Hadi Purnomo, M.Pd, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat. Beliau menekankan bahwa kemandirian siswa dalam mengelola acara adalah poin utama. "Meskipun persiapan dilakukan secara singkat dan spontan, hasilnya sangat istimewa. Ini adalah wahana latihan nyata bagi anak-anak agar siap ketika nanti terjun di tengah masyarakat," tutur beliau.

Pesan Mendalam KH. Muhammad Dlofir

Puncak acara diisi dengan mauidzah hasanah oleh KH. Muhammad Dlofir dari Mlonggo, Jepara. Dengan gaya penyampaian yang humoris namun syarat makna, beliau menekankan pentingnya menjaga sholat lima waktu secara berjamaah.

Kepada para siswa, KH. Muhammad Dlofir membagikan syarat agar cerdas dan berhasil dalam menuntut ilmu, di antaranya:

Ta’dzim (hormat) kepada guru, Menghindari sifat pemarah dan perilaku bullying (perundungan) terhadap teman, Menjauhi kemaksiatan seperti judi dan minuman keras, serta senantiasa bersabar, baik bagi siswa maupun bapak/ibu guru dalam proses belajar mengajar.

Di akhir ceramahnya, beliau memotivasi para siswa yang belum nyantri untuk segera masuk pondok pesantren. Menurut beliau, anak yang mondok secara otomatis akan terus mendoakan orang tuanya, yang menjadi kunci pembuka pintu rezeki dan kebahagiaan bagi keluarga.


Penulis : Hadi Purnomo